isi dari SIAPAKAH DIA?


Halo bro/sist (sok gaul bhsanya)
Gwe mau ngebecara’en postingan gwe yg jdulnya SIAPAKAH DIA ?

Tu puisi adalah asli buatan gwe tanpa rekayasa sedikit pun, seratus persena asli (promosi :-D)
Nah judulnya kayaknya ambigu baget ya, soalnya ada kata dia. N dia disini tu berarti KEBEBASAN, kenapa aku berbicara kebebasan???
Karena kebebasan di dunia ini sama sekali nihil, soalnya orang nyontek disebut melanggar peraturan, padahal ngak usah diberi peraturan mungkin ngak papa, cz dah ada tuhan yang maha adil, btul????

Jangan kira gwe ngak waras ya...!
Itu semua diajarkan oleh guru besarku yaitu KAHLIL GIBRAN.

Nah di puisi itu terjawab bahwa dia adalah orang gila. Itu dimaksudkan bahwa kebebasan hanya ada di orang” yang tak terikat dan berfikir beda dari yang laen. Saya juga termasuk orang gila itu namun belum aku dapetin makna kebebasan tersebut cz dihalangi ama penjajah dunia yang disebut PERATURAN.
Mungkin cukup pengertiannya ya mpe saat nie.

Oh ya ni puisi juga titipan dari C.I.T yang rencananya mau buat lmba di GEDUNG WANITA (GW), tapi ngak jadi dengan alasan belum penah nyoba,
Ya aku sich ngak papa la mau gimana lagi.

Sekian dari saya
Orang Gila yang mengaku penyair.
Ikikik :-D

Category: 0 komentar

Rembulan Kalangan


Saat rembulan terlelap di pangkuan
Bersandar hembusan bayu kidungkan lagu rindu
Tengadah menatap rasa yg tertindas
Merangkaikan sendu yg semakin pilu

Saat kupeluk sang mimpi
Mengalir malam tanpa bintang yg memberi makna
Hanya bayang-bayang awan melayang menerobos kata
Ach.....mengapa matahariku tak kunjung datang?!..

Kulihat jiwaku mengembara di atas bianglala
Menari mengikuti burung malam dalam kelam
Dan berbisik lirih tanpa pernah tahu arti rindu
Dan terhempas pedih dalam cahaya yg redup
Yg semakin memenjarakanku dalam sunyi...
Dan sepi....
                                                                          By ;Dhye


Category: 0 komentar

Ketika Hidup Tak Lagi Pilihan


kenelangsaan cinta
Musim kemarau kala ini
Memaksaku berteduh di sebuah pohon
Pohon yang penuh cinta dan kasih
Antara daun dan rantingnya

Romansa cinta tercipta ketika daun-dasun berdendang
Bernyanyikan lagu cinta pada rantingnya
Dan membacakan syair surga untuknya.
Ketika itu aku dengar desahan daun kepada ranting:
“Cintailah aku sepenuh nafasmu”

Namun apa,
prahara menghempaskan daun ke tanah kering
ialah angin membawa rahmat,

aku berdiri dan hampir menolongnya
namun sang siang membakar daun malang itu
dan membiarkan kematian menjemputnya.

Ketika air mataku menitikkan air mata
Disana,
Di ranting itu,
Kulihat kuncup baru di pucuknya
Yang membuat jiwaku sengsara

Aku pergi dari pohon itu
Yang orang menyebutnya ialah pohon kehidupan
Dimana kehidupan dipertemukan dengan kematian
Dimana cinta disatukan dengan kepahitan
Itulah pohon kehidupan

Kutinggalkan pohon itu tuk menemukan pohon kematian
Dimana ruh-ruh suci dipertemukan
Dan ketika itu jiwaku bertanya pada diriku
“sebenarnya siapa yang merenggut kita,
Kematian atau kehidupan?”


                                                                            By: A.D ARSNDI

Category: 0 komentar

Isi Dari Puisi Ciptaanku.

Hi fren,,,
kayaknya blog ini kelihatan bisu kalo cuma adany puisi" doank tanpa ada yang lain. maka dari aku mau ngepost selain puisi yaitu penjelasaannya (sama aja kale y??)

nah, setiap puisi itu ada history yang beda" dan aku mau mulai ngebongkar satu demi satu dari itu,
Mari kita mulai.

yang pertama mau aku jelasin adalah TALENTA AYAH YANG PERKASA.
itu adalah sebuah puisi yang mengisahkan kenelangsaan seorang ayah yang telah tua dan kegiatannya yang sangat sengsara dengan rutinitasnya.

oh ya, pasti ada yang bertanya" koq judulnya "TALENTA AYAH YANG PERKASA"?, baik akan aku jawab. nah, arti kata "TALENTA" adalah pembawaan sejak lahir, atau pasti ada di setiap ayah (laki-laki tentunya :-D) jadi maksud judul itu adalah "suatu kepastian kepada laki-laki yang perksa nantinya dia akan menanggung beban yang berat saat sudah tua".
aneh ya judulnya, yang penting hapi :-)


terus ini puisi adalah pesenan dari "miss V", mantan ketos smp n 3 btg 08-09(kalo ngak salh :-D).
jadi ceritanya gini kq dia sampe pesen puisi ma aq.
pada tanggal 14-10-10 ada lomba baca puisi tingkat umum di Gedung Wanita btg yang diadakan oleh "pameran buku nasional". terus kami tu kebetulan sama" ikut di lomba itu yang saat itu miss v dah kelas 10 dan aku 9. nah kami tu dari awal lomba sampe akhir lomba aku bareng terus ma dia. dan aku nanggepinya dengan jiwa humoris yang ada di di ragaku (sok puitis). sebelum aku pulang aku ngajak dia masuk ke pameran hanya untuk sekedar liat" buku (maklum masih terkena KANKER :-D), setelah itu aku pulang deh.

saat aku buka fb.ku dan aku ngak sengaja nge liat setatus mbak vani gini

"aku kagum + sempet suka sesaat padamu. .

- untuk sang kepompong sastrawan yg tadi bareng aku -
:)"


ini asli dari status miss V di fb lho.....
dan aku merasa sangat terhormat (sok bijak) ketika yang dimaksud "kepompong sastrawan" itu adalah diriki. la setelah kejadian itu kayaknya dia malu karena aku mengetahuinya. karena dia manusia wajarlah dia begitu, makanya aku mencoba biar ngak kepede'n (walaupun senengnya 7 langit 7 samudra). la pas waktu itu ngak tahu ada acara apa di nge'wall gini


 dex, ,
bisa buatin puisi tentang ayah ndag. . ?
buat besog. .


ya aku ngejawab "iya", dan akhirnya jadilah puisi ini



btw kq jadinya ngak negjelas'n isi puisinya, tapi malah jadi curhat gini ya????
ANEH.

tapi tak apalah, yang pentng hapi euy.........! :-D

SIAPAKAH DIA?

Di negeri nelangsa yang disebut kaya
Terpekik sebuah nama oleh mereka yang nelangsa
Nama yang hikang dari huidupnya
Nama yang tak pernah ada dihidupnya
Yang mereka sebut
Dia

Di negeri hukum yang disebut sejahtra
Kucari Dia untuk mereka yang nelangsa
Kutanya pada napai yang kejam
“Apakah kau Dia?”
Kutanya pada petapa yang suci
“Apakah kau Dia?”
Dan kutanya pada raja yang agung
“Apakah kau Dia?”
Namun tiada anggukan darinya

Bising tangisan orang gila di seberang sana
Membuat jiwaku pilu karenanya
Seketika itu aku bertanya:
“Siapakah gerangan kau ini orang tak waras?”
Tanyaku kasar
“Akulah DIA dan kau melupakanku!”
Jawabnya gila sambil tertawa
Dan seketika itu dia pergi
Pergi meninggalkan negeri bodoh ini


                                                                                    By : A. D Arsandi

Category: 0 komentar