Aku tak bisa memungkiri, pabila cinta telah membuka pintu baru di kehidupanku. Berawal dari kesendirian panjang selama 8 tahun tanpa kasih sayang oleh siapapun. Pertemuanku dengan seorang saudagar kaya bernama Faris Affandi membuyarkan semua masa-masa kalbu yang telah lalu. Bukan hartanya yang menyembuhkanku, tapi hatinya yang telah menyembuhkanku. Dia adalah sahabat baik ayahku. Entah apa yang terjadi antara hubungan ayahku dengan dia, tapi aku melihat ada suatu ikatan khusus antara mereka berdua.
Cerita itu berawal dari perajalanku dengan teman baikku di kota Beirut. Ketika itu aku masih berada di dalam rumah temanku dan ketika itu pula lelaki tua penuh wibawa masuk kerumah itu. Belum sempat aku memperkenalkan diri temanku memperkenalkanku pada lelaki tua itu yang ternyata bernama Faris Affandi.
Sejak pertemuan itulah perjalinan kekerabatan mulai muncul, dan saat itu pula aku berjanji untuk menyempatkan berkunjung kerumahnya. Di bulan Nisan ini aku mencoba kembali ke Beirut untuk menepati janjiku dengan Faris Affandi. Setelah beberapa saat mencari rumahnya akhirnya kutemukan juga. Yang ternyata rumahnya lebih besar daripada yang kubayangkan dimana bunga-bunga nan semerbak wangiannya mengantarkan tamu dari halaman menuju pintu rumah Faris Affandi.




