“iya bu...” jawab si malin, sambil mengmbil kendi untuk tempat air.
Matahari sudah memncarkan cahayanya cukup terang. Tak terasa 1 jam telah berlalu dan sampailah Si Malin di sumber mata air yang amatlah jernih airnya yang berada ditengah hutan yang amatlah sunyi, hanya kicauan burung saja yang menemaninya. Tapi ketika ia hendak mengambil air, ia melihat sesosok anak monyet yang sedang terbaring lemas disisi lain tempat itu. Jiwa penolongnya seketika itu langsung keluar dan Malin berusaha mendekatinya untuk mencari tahu apa yang membuat Monyet itu terbaring lemas disana.
Malin berjalan mendekati si anak Monyet dan menebak-nebak apa yang telah menimpa anak monyet itu.
“Apa mungkin anak monyet itu diputuskan oleh pacarnya hingga selemas itu?” pikirnya dalam hati.
Tapi ketika Malin hampir menyentuhnya, Si anak monyet yang tadinya tengah terbaring lemas itu langsung kabur ketengah hutan.
“ah, mungkin tebakanku benar. Ia lemas gara-gara diputuskan pacarnya. hehehe” gumamnya lagi dalam hati.




