Balada Emak Malin Kundang


Daku bangkitkan dikau dari belenggu
Nan sungguh erat di ari
Hingga daku korbankan segalanya
Wahai kakung, Nafasmu adalah darahku
Tanpa pendamping, daku kan selalu memelukmu
Mendekap erat dalam kasihku

Berudu tak selamanya berudu
melepasmu dari dekapku
pergi untuk lepasmu

Jatuhlah kini rintihan emak tua:
-Lin... ingatlah emak!
-ya mak!
-Lin... jangan lupakan emak!
-ya mak!
Bentang kini memisahkan

Angin kini tlah mengitari semesta
Namun baumu tak dapat kucium.
Detik-detik penantianpun tiba
Tapi apa???
Dikau pulang dengan rasa mati
Dan menghardik dengan seluruh egomu
Dengan lupamu kau berkata:
-Dikau hanyalah kotoran yang mengaku surgaku.

Tangis darah membasuhi wajahku
Sembilu tlah menebas rasa
Menebar gelap dalam jiwa
Hingga membuncah dikelami buta kata
Yang melelehkan batu dalam raga

Namun kini hanya terentang lara yang tiada terkira
Dalam rasa kuberbisik
-Mengapa sesal tak pernah datang awal?
`


                                                                                       By Arsandi

Category: 0 komentar

0 komentar:

Posting Komentar