“Aku Galau….
Kenapa?
Kenapa cuma hanya kamu yang ada di mimpiku
Kembali dan terus kembali tanpa henti. Seperti nafas yang keluar masuk lewat perut”
Gumam Aka cowok aneh berpenampilan konyol yang sedang dilanda “galau”. Bukan galau sembarang galau, galau yang ini beda dari biasanya, dan luar dari biasanya. Dia dilanda galau karna saat itu ia sedang mencintai seseorang yang ada disisi-NYA (disisi orang lain) dan lebih parahnya, Aka dari Timur dan cewek yang dia cintai dari Barat (Maksudnya berbeda agama). Itulah sebab dan akibat ia galau yang tak sembarang galau, sebuah galau yang menggalaukan.
Nera namanya, satu nama yang tak kan bisa hilang dari ingatannya, nama yang selalu ia impikan, nama yang selalu ia banggAkan, dan nama yang selalu menggalaukan. 9 bulan lebih 27 tepatnya ia sudah mengenal Nera, dan selama itu pula dilanda galau. Karna setiap ia mengejarnya, Nera selalu menghindar, bagaikan 2 kutub magnet yang sama yang saling mendekat, selalu terpental dan membuat hati begitu galau. Perjuangan yang berat telah ia tempuh, 1001 cara untuk 1 jawaban. Namun hanya galau yang singgah di hati Aka. Karna hanya sifat tak acuh saja yang ia dapatkan dari Nera.
…
Berbagi halangan dilalu Aka untuk mendapatkan hati Nera, walaupun harus meloncati tembok 1000mx10m:2m-39m+700cm tingginya. Secara Fisikal Aka adalah cowok yang beken di Sekolahnya, tapi dia masih saja terus mengejar satu cewek yang menggalaukan dadanya, walaupun cewek-cewek lain menunggu dihadapannya, tapi ia tetap menghampiri cewek-cewek lain itu, walaupun hanya sekedar tuker-tukeran pin BB.
Sungguh ironis kisahnya, mencintai cewek yang nggak mencintai dirinya. Itulah kehidupan “bernafas melalui hidung, mengeluarkan melalui kentut”. “Mencintai dengan keindahan, dan melepas dengan kegalauan.”
Pernah ia akan memberikan kejutan di hari spesialnya, namun gagal.
Pernah ia akan memberikan coklat di hari valentine, namun lupa
Pernah ia akan memberikan kado special di ulang tahunnya, namun sayang, ia tak punya uang
Semua iktikad baik yang Akan dilaksanakan selalu kandas dengan berbagi alasan.
…
Pernah suatu saat di hari spesial ketika Aka dilanda Bahagia. Saat itu adalah hari ulang tahunnya yang ke-16. Ketika itu dia bersama teman-temannya dan kawan-kawanya sedang melaksanakan perayaan HUT Aka ke-16 di sekolah ia berpijak, hanya suasana “gemah ripah loh jinawe” yang singgah disaat itu. Namun ada satu yang kurang saat itu, ialah Nera orangnya. Entah kenapa dia tak datang waktu itu, entah kehabisan pulsa atau apa mereka tak tau
“eh ka, Pacar loe mana? Kok kagak datang sich?” Tanya seorang teman Aka.
“apa? Pacar? Amin, amin yarobal alamin…. Paling-paling dia meh ngasih kejutan di akhir acara!” sahut Aka dengan bangga
“PD lu, ka?!”
Belum sempat Aka mengucapakan kata Taubat karna kata-katanya tadi, tiba-tiba cewek yang ia gandrungi datang bagaikan jae kangkung (jae langkung dah kuno!). sontak teman-temannya heboh karna itu.
“hey… lakonnya datang nih!” salah satu teman Aka berteriak.
“diem semua!!!” Aka berteriak “Silahkan Ra, meh ngomong apa?” Tanya Aka bersemangat.
“Permisi… Cuma meh lewat aja” balas Nera dengan wajah Innocent
*krik krik krik
Suasana menjadi hening seketika, ketika Nera mengatakan kata seperti itu. Tak lupa juga pisau yang tadinya Akan diugunakan untuk memotong kue. Dialih fungsikan oleh Aka menjadi senjata yang Akan digunakan untuk memotong lehernya. Namun sayang, salah satu teman Aka menyelamatkannya sebelum Pisau itu menebas leher Aka. Karena teman Aka merasa kasihan kepada sang pisau.
Setelah kejadian itu, suasana yang tadinya “gemah ripah loh jinawe” berubah menjadi “tumpah darah loe yang ngawe”. Galau lagi-lagi melanda seonggok kecil Aka dan teman-teman Aka yang ada disana ikut menangis bahagia karna kejadian itu. Entah kenapa tapi jika hanya segitu kejadiannya saya rasa itu kurang kejam.
…
Memang cinta membutakan segalanya, hingga orang butapun akan buta oleh cinta. Tak kenal Usia, tak kenal umur, dan mungkin tak kenal perbedaan. Seperti yang dialami oleh Aka ini. Jika dilihat secara langsung wajah Aka tidak terlalu jelek, tapi terlalu aneh, mungkin. Tapi kenapa seorang Nera tak mau dengannya?
“Apakah karna factor lain, factor curah hujan mungkin” gumam Akan sembari menggalau
"Mungkinkah ini kehendak-NYA? Tapi itu tak mungkin, karna ini pasti kehendak Tuhan."
“Berusaha dan terus berusaha itulah jawaban untuk tau, dia jodohku atau bukan. Namun Tuhanku dan Tuhan Nera berbeda. Mungkinkah Tuhan masih berseteru dan tak mengijinkan kami bersama? Aku jadi malu, kalau Tuhan emang ngrebutin aku” dengan PDnya Aka ngomong gitu
“argh.. mikirkan dia cuma akan menambah dosa” gumam Aka ngomong sendiri.
…
Setelah sekian lama ia menggalau, akhirnya ia temukan jalan keluar untuk melepaskan semua kegalauannya. Yaitu dengan melupakan Nera, si cewek yang menggalaukan. Mungkin ini akan berat bagi Aka, namun tak berat bagi teman-temannya karna itu bukan urusannya.
Mungkin juga ia Akan keluar masuk RS karna mengidap TBC (Tekanan Batin Cinta), tapi melupakan adalah satu-satunya jalan keluar yang ada saat itu dan jalan keluar yang lain sudah terkunci dan tak mungkin didobrak, karena selain di gembok, pintunya juga diberi trails.
Usut punya usut. Ternyata setelah diadakan penelitian lebih lanjut. Mereka berdua memang tak cocok apabila bersama, selain berbeda keyakinan, mereka juga mengerikan bila bersama. Lihat saja nama mereka berdua, Nera dan Aka. apabila disatukan menjadi NERAAKA (konyol sekali cinta mereka). Mungkin itu juga salah satu alasan terkuat Tuhan tak menyatukan cinta mereka (lebih tepat, Cintanya Aka saja). Jika kurang percaya, mari tanyakan saja pada “Rumput Yang Bergoyang” :-D
Spesial to Seseorang yang telah menjadi Nera dihidupku (penulis),
I Hope You Know.
By.Endik



0 komentar:
Posting Komentar