Hari semakin petang dan jam dinding sudah menunjukan dentingannya yang kedelapan, aku segera ijin kepada ibu untuk pergi belajar bersama di rumah Sany, teman sekelasku. Sebenarnya niat kami adalah mencari suasana baru di bukit dekat desa agar kejenuhan saat pelajaran di kelas sirna. Dengan kaos oblong dan tas usang ini aku pergi dan sesungguhnya aku tak tega melihat ibuku yang nampaknya kurang sehat ditinggal sendirian dimalam sepi seperti ini, apalagi ayah sudah pergi jauh ke alam sana. Sebelum aku berjalan jauh dari rumah ibu berseru padaku
“hat-hati ya nak, dan jangan pulang terlalu larut...!”
Disetiap langkah menuju bukit dekat desa, kusapa semua warga desa yang kutemui dengan senyum. Apalagi banyak orang yang menilai rupaku cukup manis dan dingin. Walaupun saat aku berkaca disana terlihat rupa yang biasa-biasa saja. Malam ini memang begitu dingin apalagi angin beku menerpa mata sayuku, seperti malam ingin memintaku untuk menemaninya.
Dengan nafas sedikit berantakan akhirnya sampailah diriku diatas bukit. Terdengar disana ada orang yang berteriak kepadaku:
“Hai katon, lama sekali kau, sudah hampir satu abad aku menunggumu!” teriak Sany sambil tertawa tersenyum melihatku.
“Maaf, tadi aku mencari sendalku yang mungkin tertelan tikus, tapi sekarang sudah ketemu kok!” jawabku sambil sedikit senyum padanya.
Aku langsung duduk disebelahnya tanpa meluntarkan kata-kata. Karena kerlap-kerlip lampu yang menawan menghipnotis diriku. Setelah beberapa saat kami berdiam, Sany memulai bertanya:
“Katon, apakah kau lihat kelompok bintang dilangit itu?” tanyanya sambil merebahkan badan dan menatap langit kelam.
“Ya, aku lihat itu. Walaupun sebenarnya dari mereka tidak ada yang saling berdekatan.” Jawabku sambil ikut-ikutan merebahkan badan.
Sejenak kami terdiam lagi dikebisuan malam ini. Sebelum akhirnya berita duka yang diumumkan di mushola kecil di desa kami yang memecah keheningan malam ini. Aku sedikit lega ketika yang disebutkan bukanlah orang yang kukenal, tapi tetap saja aku harus menghargainya.
Setelah pengumuman itu selesai, tiba-tiba Sany bertanya yang membuatku sedikit ketakutan.
“Apa yang kau lakukan apabila namaku yang disebutkan tadi?”
“jangan tanya yang aneh-aneh ah, San!” jawabku sedikit gemetar.
Tiba-tiba Sany terperanjat saat melihat jam tangannya dan berteriak
“ Waduh, ngak kerasa ternyata sudah jam 10 malam. Bisa-bisa aku dimarahin mama nanti.”
“Ya sudah sana pulang dulu, sebelum mamamu menyembelihmu!” jawabku disertai tawa kecil yang tak terdengar.
“Oke, sampai jumpa besok ya...!” balasanya sambil lari meninggalkan pucuk bukit ini.
“Ya, sampai jumpa disekolah!” sahutku agak berteriak.
Sebenarnya kami berdua sudah akrab sejak kami kecil, karena remahnya yang hanya beberapa meter saja dari rumahku. Kini kami semakin akrab lagi karena kami satu kelas dikelas 3 SMP ini. Walaupun Ujian Nasional sudah didepan mata, namun kami tetap santa, karena kami yakin Ujian Nasional tak seberat Ujian Kehidupan.
Mataku kini semakin berat dan angin malam seperti ingin menidurkanku dipelukannya. Akhirnya aku putuskan untuk pulang dan meninggalkan tempat indah ini. Perjalanan pulang ini tak sesemarak saat aku berangkat tadi. Mungkin mimpi sudah membawa orang-orang tadi pada dunianya.
“Assalamualaikum...!” ucapan salamku saat masuk rumah.
tapi tidak ada jawaban kudengar. Aku terperanjat dan panik, saat aku masuk ke kamar ibuku disana terlihat ibuku menggigil dan wajahnya pucat.
“Ibu kenapa, bu?” tanyaku setengah menangis
“ibu tak apa-apa nak, cuma sedikit masuk angin saja.” Jawab ibu lirih
“Apa perlu aku panggilkan bidan untuk memeriksa ibu?” tawaranku lirih kepada ibu yang tengah terbaring takl berdaya.
“Tak usah nak, ibu cuma masuk angin saja kok” jawabnya sambil mengelus lembut rambutku.
Karena aku sudah kantuk berat, akhirnya akupun tertidur didekapnya. Yang sebelumnya aku berdoa agar semua ini baik-baik saja.
Sinar pagi yang masuk melalui cela-cela jendela rumahku yang menyilaukan membangunkanku. Tapi saat kulihat ibuku, kulihat dia.... *bersambung*



2 komentar:
Kish nyta ea???
Trz knpa bidan???
Knpa gug dktr???
Pa krna bulk Ynti bidn???
mana lanjutannya ,...
Posting Komentar