Hy sob…??
gmn kabarnya??
msih keren2 kan… -,-“
gmn kabarnya??
msih keren2 kan… -,-“
Eh pgen tanya ma kalian…
Pernahkah kalian berhenti mencintai apa yang kalian cintai?
Pernahkan???
Pernah ya….?! (maksa dikit :-p)
Pernahkah kalian berhenti mencintai apa yang kalian cintai?
Pernahkan???
Pernah ya….?! (maksa dikit :-p)
Tapi kisahku kali ini sungguh menyayat hati, tau kenapa?
aku juga tak tau… -,-“
…
Dulu, tepatnya 1 tahun yang lalu aku sempat mencintai sesuatu. Yang pada waktu itu sangat aku banggakan, aku puja, aku bela, dan selalu aku rindukan.
Tapi…
Hati bukanlah sesuatu jalur lurus untuk kehidupan, setiap tikungannya selalu ada prahara yang singgah, hingga akhirnya aku menemukan suatu keindahan lain yang membuatku berpaling dari jalan cintaku saat itu.
Aku terlena, terbuai, dan tertipu
Detik...
Menit…
Jam…
Hari…
Bulan…
Terus berlalu tanpa mengingatkanku suatu kerinduan yang hilang
…
Ketika aku melihat Keindahan itu, seperti aku melihat surga,
Sejuk… Teduh… Damai…
Sejuk… Teduh… Damai…
Namun entah apa yang di dalamnya
Entah pisau yang siap menusukku
Atau pedang yang siap menebas tubuhku ini
Atau pedang yang siap menebas tubuhku ini
Aku tak tau…
Keindahan yang aku kejar waktu itu bagaikan fatamorgana kala aku haus,
memaksaku untuk selalu mendekatinya, namun menjauh kita aku mendekat.
memaksaku untuk selalu mendekatinya, namun menjauh kita aku mendekat.
Terbakar-bakar semangatku untuk mendapatkannya
Hingga akhirnya…
Aku hangus terbakar oleh semangatku sendiri
Terbunuh dan Tersakiti…
…
Tertaih-tatih langkahku untuk mengejarnya lagi
Yang mungkin tlah tertinggal 1 dunia dari apa yang aku kejar
Langkahku terhenti di tikungan Kebimbangan
Aku mencoba bercermin apakah tampangku kurang untuknya?
Aku rasa ini cukup untuk menaklukan 1 bidadari surga
Aku rasa ini cukup untuk menaklukan 1 bidadari surga
Tapi kenapa aku tak bisa untuk keindahan yang ini?
Mungkinkah itu bukan bidadari?
Aku bercermin lagi,
Dan aku melihat suatu bayangan di belakangku yang sepertinya tlah aku kenal.
Ketika aku mencoba menoleh kebelakang,
aku terkejut dengan apa yang selama ini ada dibelakangku
dan ternyata banyak keindahan yang terlewatkan olehku
dan ternyata banyak keindahan yang terlewatkan olehku
Aku coba mendekatinya, dan itu memang keindahan yang tercipta untukku, tapi kenapa aku melewatkannya?
Aku coba menyusuri lagi, dan aku melihat keindahan yang familiar buatku.
Ya…
aku mengenalinya..
itu adalah ‘Cinta’ku yang dulu
aku mengenalinya..
itu adalah ‘Cinta’ku yang dulu
Cinta yang aku tinggalkan
Cinta yang aku lupakan
dan Cinta yang sempat aku Cintai
Cinta yang aku lupakan
dan Cinta yang sempat aku Cintai
…
Pernah ada suatu kata bijak
“Pabila Cinta meninggalkanmu untuk berlalu, biarkanlah ia berlalu untukmu. Dan pabila Cinta itu kembali dating untukumu, sudah pasti itu cinta sejatimu”
Dan aku melakukannya,
Tapi apakah benar itu Cintaku???
aku tak tau…
Persetan dengan semua prahara ini!!
Pasti gagal, pikirku waktu itu
tapi itu belum pasti
Dan aku akan lebih tak tau jika aku tak mencoba…
…
Baiklah aku akan kembali padanya
Semoga ia masih mau menerimaku menjadi kekasihnya
Pastinya ini tak semudah mendekatinya seperti pertama dulu
Tapi tak apa, itu memang halangan yang harusku lewati
Aku yakin, AKU BISA!!!
Selamat Tinggal Keindahan Wanita yang tlah menipuku
Dan Selamat Datang untuk Kekasihku...
Aku sangat mencintaimu, wahai…. “BLOGku”
-,-“
Ikikik :-D
Nyerita’n blog kok sampe segininya ya…?
Tapi tak apa…
Yang penting keren alay -,-“
.
.
.
Sumpah,
Aku kaget ketika waktu liat blogku,
Banyak banget sarang laba-laba yang hinggap, penuh debu dan di pojokannya ada tengkoraknya… -,-
dan lebih parahnya...
1 tahun ndak mengang ni akun
Rusak semua layernya
Kayak habis kena badai!!!
Meh benerin, tapi… susahnya minta ampun...
Soalnya aku dah lupa kode html.y apa ja.. :-p
tapi tak pa...
inilah pengorbanan
inilah pengorbanan
Ikikik :-D
Aku anggap postinganku kali ini sebagai NYAWA baru blogku….
…VIVA LA VIDA….


3 komentar:
san, header blog mu kagak jelas ...!
abi
emang tak gawe hitam putih, penuh noisi bi... :-D
terus batas antara header dg background yo aneh !!
abi
Posting Komentar